Harus Tahu Kata-Kata Bahasa Jawa yang Lucu dan Aneh (Beserta Artinya)

Harus Tahu Kata-Kata Bahasa Jawa yang Lucu dan Aneh (Beserta Artinya)

Hallo sahabat kilau, kelbali lagi bersama kami di Kilausenja.com untuk menambah ilmu dan wawasan kita semua.

Nah, kali Ini kita akan belajar Bahasa Jawa lagi nih!!! Tapi berbeda dengan dengan yang sebelumnya, kali ini kita akan belajar tentang bahasa-bahasa Jawa Timuran yang mungkin aneh namun sering didengar oleh kalian semua.

Tidak perlu panjang lebar, langsung saja kebawah!!!!!!

Bahasa Jawa adalah bahasa yang sering digunakan oleh penduduk atau masyarakat di pulau Jawa, terutama dibagian timur dan tengah. Walaupun begitu, setiap daerah yang menggunakan bahasa jawa pasti memiliki ke khasan tersendiri dalam bahasanya. Bisa berbeda dari logatnya, tutur katanya, atau juga mungkin bersuku kata sama namun artinya berbeda. Begituhlah Indonesia yang sangat kaya akan bahasa.

Kata-Kata Bahasa Jawa

Kata-kata bahasa jawa yang unik
www.edu.kustantiblogs.web.id

Dalam bahasa Jawa bukan berarti dan tidak harus setiap satu kosa kata itu mempunyai arti, namun ada juga bahasa Jawa yang bisa diartikan berbeda dan ada juga yang bisa diartikan setelang memiliki pasangannya.

Rek/Cah

Rek/cah adalah kata yang memiliki arti teman-teman, kawan-kawan, dan sejenisnya. Kata ini biasanya digunakan untuk menyapa seseorang yang kita kenal atau juga bisa digunakan sebagai penekanan dalam akhir kalimat.

Contohnya:

Hey rek/cah piye kabare? suwe ora petuk. = Hai teman-teman apa kabar? lama tidak bertemu.

Ojo ngunu to rek/cah! = Jangan begitu dong teman-teman

Jadi kata ini dapat digunakan dengan arti yang sama namun dalam konteks yang berbeda.

Ho oh ye?/Iyo to?

Ho oh ye?/iyo to? Merupakan suatu kalimat pertanyaan yang menunjukan ketidak percayaan seseorang terhadap pernyataan orang lain. Kalimat tanya ini berbeda dengan kalimat tanya yang biasa digunakan untuk menanyakan sesuatu, misalnya “ibukmu mau masak opo?” Maka jawabannnya adalah pernyataan yang dilakukan. Sedangkan kata “ho oh ye?/iyo to?” digunakan ketika ada suatu ketidak percayaan.

Contoh:

A: Nono mau no mbolos sekolah! (Nono tadi bolos sekolah loh!)

B: Ho oh ye? / iyo to? (beneran?)

Tuman

Tuman, ya kalian pasti sering mendengar kata-kata ini. Di Kediri juga ada kata-kata ini. Kata ini biasa digunakan para ibu-ibu yang memarahi anaknya.

Contoh kalimat dengan kata “tuman”

Arek kok dolaaan ae ora tau saba omah, ora ngerti wayah, Tuman. Arep dadi opo sok gede? -_-

(Anak kok main aja tidak pernah pulang, suka lupa waktu, dasar. Kalau sudah besar mau jadi apa?)

Kata “tuman” biasanya juga diganti dengan kata “kulina” yang artinya hampir sama. Bisa diartikan “dasar” atau “kebiasaan” dalam konteks tertentu.

Ujug-ujug

Ujug-ujug adalah kata yang memiliki arti “tiba-tiba”. Selain “ujug-ujug”, untuk menyebut kata “tiba-tiba” masih ada lagi alternatifnya, yaitu “roh-roh, moro-moro, teko-teko, mak bedunduk”. Kata-kata itu semua artinya sama yaitu “tiba-tiba”.

Namun kata “moro-moro” dan “teko-teko” akan memiliki arti berbeda apa bila kata-katanya dipisah.

Moro-moro berarti tiba-tiba, sedangkan apabila diambil satu  suku katanya yaitu “moro” maka akan berarti “datang”, begitu juga dengan teko-teko yang apabila diambil kata “teko” akan berarti “datang”.

Bar

Mungkin di kota atau juga disuatu daerah “Bar” akan diartikan sebagai tempat untuk berkumpulnya orang-orang dan bersenang-sengan, namun dalam bahasa Jawa kata “bar” berati selesai.

Contoh kalimat dari kata “bar”

A: lombane wis bar opo durung? (lombanya sudah selesai apa belum)

B: wis bar ket mau. (sudah selesai dari tadi)

Kowe/Awakmu

Nah kata ini juga pasti sudah tidak asing di telinga kalian. Kata “kowe/awakmu” adalah kata yang berarti “kamu”.

Contohnya adalah:

Awakmu wis mangan durung? (Kamu sudah makan apa belum?)

Peh

Dalam bahasa Jawa “peh” merupakan kata yang biasa digunakan untuk mengekspresikan keluhan seseorang. Selain itu kata peh juga bisa digunakan untuk menyatakan suatu perasaan yang menunjukan bahwa sesuatu tersebut menggemaskan atau semacamnya.

Contohnya:

Peh kesel pol aku ngrasakane kowe! -_-

Peh Ya Allah, bonekane lucu banget 😀

Mendah

Mendah adalah suatu kata yang memiliki arti dalam basaha Indonesia adalah “mana mungkin”. Kata ini biasanya terdapat pada kalimat yang menunjukkan suatu perasaan yang menyatakan bahwa  seseorang tidak yakin dengan orang lain yang bersangkutan, dan biasanya juga bernada sedikit sinis.

Contoh kalimatnya adalah:

Kok mendah Dodi gelem budal mancing -_-

(Mana mungkin Dodi mau berangkat mancing)

Penambahan huruf

Kebiasaan orang jawa yang kebanyakan ditemui adalah mereka suka berbicara dengan logat mereka yang suka seperti melebih-lebihkan sesuatu. Maksudnya disini adalah kebanyakan orang jawa suka menggunakan logat bahasa jawa dengan menggunakan penambahan huruf ataupun kata sehingga terlihat dan terdengar berlebihan. Namun itu adalah ciri khas dari mereka dan daerah mereka, walaupun mungkin ada yang bilang itu sedikit lebay.

Nah dalam penambahan huruf disini yang sering digunakan adalah huruf “U”. Dengan penambahan huruf “U” dalam subuah kata sudah bisa merubah artinya, dan huruf “U” ini bisa diartiakan menjadi “sangat”.

Contoh:

Kok uapik to gamismu? kan aku mailh pengen!  (kok bagus banget sih gamismu? kan aku jadi kepingin!

Kata lain yang biasa ditambah dengan huruf “U” adalah Suangar (sangar {unik, keren, mengerikan} tergantung konteks), Uireng (Ireng {hitam})

Selai huruf “U” biasanya juga ditambah dengan huruf “O”. Contohnya adalah Loucu (Lucu), Poutih (putih), Souwi (suwi {lama}), dan lain sebagainya.

 

Nah, diatas adalah beberapa kata yang mungkin biasa kalian dengar apabila beretmu atau berteman dengan orang jawa yang dalam kehidupannya kejawaan banget, seperti saya :-D. Bahkan saya suka bingung kalau bicara dengan bahasa Indonesia #curhat.

Sekian artikel dari kami tentang bahasa jawa, semoga bisa bermanfaat dan bisa mengimbangi apabila berkomunikasi dengan orang jawa 🙂

Terima Kasih.

 

Leave a Comment