Tata Cara Rasulullah Saw Menggunakan Siwak (LENGKAP)

Tata Cara Rasulullah Saw Menggunakan Siwak (LENGKAP)

Bersiwak – adalah aktivitas membersihkan gigi dengan kayu yang disunnahkan oleh Rasulullah. Apakah kalian bernah bersiwak? Atau malah kalian sudah istiqomah untuk bersiwak?

Apasih siwak? Apasih manfaatnya pakai siwak? Kan sama aja kayak sikat gigi.

Mungkin untuk kalian yang baru mendengar tentang siwak, pertanyaan-pertanyaan seperti itu akan muncul. Nah kali ini kita akan membahas dan mengupas tengan Siwak. Oke langsung saja!!!

Siwak

Cara menggunakan siwak
Carsten ten Brink by flickr

Siwak atau yang biasa disebut dengan Miswak ialah ranting kayu yang digunakan khusus untuk membersihkan gigi. Ranting ini merupakan alat tradisional yang banyak digunakan di negara Timur Tengah dan Afrika. Cara menggunakannya adalah sama seperti dengan menggukan sikat gigi biasa.

Selain itu, siwak biasanya juga digunakan untuk bersuci bagi seorang muslim. Menurut mereka yang menggunakannya, siwak ialah cara yang paling murah dan paling efektif untuk menjaga kesehatan mulut. Menurut penelitian, mungkin kefektifannya sama dengan saat kita menggunakan sikat gigi (subjek masih diperdebatkan).

Para ulama sendiri mengatakan bahwa siwak yang lebih utama untuk digunakan adalah siwak dari kayu arak. Dari WHO (World Health Organization) juga merekomendasikan untuk menggunakan kayu siwak sebagai pembersih gigi.

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam pernah bersabda,

السِّوَاكُ مَطْهَرَةٌ لِلْفَمِ مَرْضَاةٌ لِلرَّبِّ

Bersiwak itu membersihkan mulut dan merupakan sesuatu yang mendatangkan ridha Rabb” (HR. Bukhari dan An Nasa’i).

Cara Memakai Siwak

Cara menggunakan siwak
Gambar oleh Umer Khan (flickr)

Untuk memakai siwak yang benar dan sesuai dengan sunnah Rasulullah Saw

Mengupas Kulit Siwak

Kayu siwak memiliki kulit yang lembut sehingga mudah untuk dikupas. Untuk mengupasnyapun tidak perlu menggunakan pusau dan sejenisnya, cukup dengan mengunyah ujung kayu siwak dengan stuktur memotong kulit tersebut, maka kulit kayu tersebut otomatis mengelupas dan tinggal membersihkannya saja. Kunyah hingga 3 cm atau sesuai dengan kenyamanan Anda saat memakainnya.

Saat mengunyah kayu siwak biasanya akan muncul rasa pedas dan seperti membakar sehingga bisa membuat beberapa orang tidak nyaman dengan hal itu, namun hal tersebut bukanlah hal yang bembahayakan.

Mengunyah Batang Siwak

Setelah kulit terkelupas, yang selanjutnya dilakukan adalah mengunyah batang siwak yang kulitnya sudah dikupas tadi. Kunyak pelan-pelan sampai batang menjadi serat-serat halus. Tujuan dari mengunyah kayu siwak ini adalah agar lunak dan lembut ketika digunakan seperti sikat gigi.

Memegang Kayu Siwak

Cara menggunakan siwak
Gambar oleh Rabia Anum (flickr)

Memegang kayu siwak menurut cara Rasulullahpun memiliki aturan, sehingga dijadikan sunna untuk ummatnya.

Memegang kayu siwak hendaknya dengan menggunakan tangan kanan, selaknya sunah-sunah lainnya yang menganjurkan untuk lebih mengutamakan menggunakan tangan kanan.

Memegang kayu siwak dengan tangan kanan dengan posisi jari jempol dan jari kelingking berada dibagian bawah kayu siwak dan ketiga jari lainnya (jari telunjuk, jari tengah, jari manis) berada diatas kayu siwak. Biasanya kayu siwak yang digunakan panjangnya sekitar satu jengkal, jadi lebih mudah untuk dipegang dengan posisi seperti itu.

Bersiwak biasanya dilakukan sebelum wudhu, ketika akan menjalankan sholat, saat akan membaca Al Quran, saat akan tidur dan bangun tidur. Hal ini bisa dilakukan dengan diniatkan untuk menjalankan sunnah Rasul.

Mengaplikasikan Siwak

Cara menggunakan siwak
Gambar oleh fajar.co.idwp-content

Setelah batang siwak sudah dibersihkan dan sudah dihaluskan ujungnya, gunakan siwak dengan cara memegang sesuai dengan sunnah yang diajarkan agar kita juga mendapat pahala sunnah dari Allah SWT.

Setelah itu gosok-gosokkan bulu siwak ke gigi pelan-pelan dengan dengan gerakan naik turun dan bergerak ke suluruh bagian gigi dengan membuat jalur seperti membentuk angaka delapandan biasakan untuk melakukannya dari bagian kanan.

Cara membuat jalur angka delapan adalah dimulai dari gigi kanan bagian atas kemudian naik ke bawah lalu kebagian tengah dan dilanjutkan kebagian kiri kemudian kebagian kiri bawah lalu kembali lagi ke tengah. Anda bisa melakukannya sebanyak tiga kali untuk melakukan ini.

Bisa juga setelah itu Anda menggosok-nggosokkaan ke atas ke bawah secara pelan-pelan seperti saat menggosok gigi. Jalan lupa juga untuk menggosok lidah Anda. Caranya juga sama dengan saat Anda menggosok gigi dan lidah tentunya dengan hati-hati juga.

Perawatan Kayu Siwak

Seperti benda-benda berharga lainnya, kayu siwak juga perlu perawatan agar tetap higienis, bersih, dan juga nyaman untuk dipakai tentunya. Biasanya kayu siwak sebelum digunakandirendam dulu di air mawar atau juga bisa air bersih yang Anda punya agar saat dipakai kembali keadaan siwak kembali bersih.

Kayu siwak hendaknya untuk dibersihkan setiap setelah selesai dipakai dan diganti selama 40 hari sekali. Siwak adalah hal yang disunahkan namun juga makruh untuk dipinjamkan. Jadi, walaupun bersiwak itu sunnah tapi jangan sampai kita meminjam punya orang/teman atau kita meminjamkannya kepada orang lain karena hukumnya makruh.

Manfaat Bersiwak

Cara menggunakan siwak

Dalam islam siwak adalah sunnah yang selalu dikerjakan oleh Rasulullah Saw, bahkan kemanapun Rasulullah pergi selalu membawa siwak. Dengan bersiwak ini yang banyak sekali manfaatnya, terutama untuk umat islam seperti untuk mendatangkan ridho dari Allah.

Salah satu contoh dari ridho Allah adalah membuat dan membantu kita untuk bisa dengan lebih mudah mengucap syahadat saat kita berada dalam sakaratul maut, dan masih banyak lagi contok keridhoan Allah.

Tidak hanya dalam islam, setelah diteliti ternyata siwak juga memiliki banyak manfaat untuk kesehatan kita,

  1. Mencegah terbentuknya plak pada gigi
  2. Mengurangi resiko gigi berlubang dan mencegah kerusakan gigi
  3. Membunuh bakteri yang bisa menyebabkan penyakit pada gusi
  4. Membantu menghilangkan bau mulut
  5. Membantu membersihkan sela-sela gigi
  6. Mencegah bibir kering dan meningkatkan produksi air liur

Selain batangnya, daun kayu siwak (arak) bisa digunakan sebagai obat sakit gusi dan untuk kumur-kumur karena didalam daun siwak terdapat kandungan antibiotik yang dapat membunuh bakteri dan pembentuk plak gigi.

Jadi, Masya Allah begitu banyak manfaat yang bisa kita dapat dari sebua kayu yang bernama siwak. Kayu dengan panjang kurang lebih 5 jengkal dengan diameter 1-2 cm.

Dengan menggunakan siwak kita bisa menjaga kesehatan tubuh dan mendapat ridho dari Allah pastinya dengan menjalankan sunnah Nabi.

Berikut diatas adalah sedikit materi tentang menggunakan siwak, bagaimana cara menggunakan siwak yang baik dan benar menurut sunnah Rasul, beserta manfaat yang akan kita dapat apabila kita menggunakan siwak.

Sekian dari saya, semoga bermanfaat untuk kita semua. Jangan lupa baca artikle yang lainnya juga ya..

Terima kasih 😀

Leave a Comment