Belajar Parikan [Pantun Jawa ] Itu Mudah dan Menyenangkan

Belajar Parikan [Pantun Jawa ] Itu Mudah dan Menyenangkan

Hallo semuanya.. kembali lagi dengan kami untuk belajar bersama. Kali ini iki akan melanjutkan pembahasan kita tentang Bahasa Jawa. Dan pembahasan kali ini adalah tentang parikan. Ada yang tahu apa itu parikan?

Nah untuk pembahasannya lansung saja kebawah!!!

Pengertian Parikan

Parikan yang apabila diartikan kedalam bahasa Indonesia adalah “Pantun”. Nah, jadi pantun tidak hanya ada dalam bahasa Indonesia saja tapi juga ada yang berbahasa daerah seperti bahasa jawa.

Parikan yaiku unen-unen kang dumadi saka rong ukara, ukara kang kapisan yaiku ukara kang gawe narik kawigaten lan ukara kang kapindo yaiku isi.

Kalimat diatas apabila diartikan dalam bahasa Indonesia adalah

Parikan (pantun) adalah rangkaian kalimat yang memiliki dua bait, kalimat yang pertama adalah kalimat yang digunakan untuk menarik perhatian dan kalimat kedua adalah isi.

Parikan atau pantun ini biasanya masih digunakan dalam pementasan kesenian tradisional seperti ludruk.

Dalam kesenian tersebut parikan dibagi menjadi tiga jenis yaitu:

  1. Parikan yang panjang dan berisi pesan
  2. Parikan yang pendek dan biasanya berisi candaan
  3. Parikan yang berisi kisah lucu, konyol dan kocak

Macam-Macam Parikan

parikan atau pantun dalam bahasa jawa
https//4.bp.blogspot.com

Pada zaman dahulu orang-orang menggunakan dua macam parikan dalam pembukaan pementasan kesian ludruk. Jaman dulu menggunakan parikan dalam pembukaan acara hukumnya adalah wajib.

Parikan yang digunakan adalah parikan pitutur (nasehat) dan parikan paseman (candaan)

  1. Pitutur, Parikan pitutur  atau nasehat adalah parikan (pantun) yang mengandung amanat dan nasehat yang akan disampaikan.
  2. Paseman, Parikan Paseman adalah parikan yang mengandung sindiran dan lelucon. Parikan ini berfungsi untuk menghibur.

Ciri-Ciri Parikan

ciri-ciri parikan
https//jasadesainanimasijember.files.wordpress.com

Parikan sendiri juga memiliki ciri-ciri sehingga bisa dengan mudah untuk deketahui dan dimengerti oleh pendengarnya.

  1. Memiliki purwakanthi atau sajak A-B-A-B
  2. Yen kedadean rong baris, baris kapisan yaiku sampiran lan baris kapindo yaiku isi, lan kanggo sateruse. Atau dalam badalam bahasa Indonesianya adalah “apabila terdapat dua baris, maka baris pertama berisi sampiran dan baris kedua adalah isi, dan seterusnya”.
  3. Saben sapada ana 2 gatra, 4 gatra, lan sateruse. Jika dalam bahasa Indonesia artinya “setiap baris terdapat baris, empat baris, dan seterusnya”
  4. Guru kaedahe parikan kanggo pitutur nyemoni lan gegojekan yaitu berarti setiap kata yang digunakan dalam parikan harus memenuhi syarat (gura gatra, guru lagu, dan guru wilangan).
  • Guru gatra: jumlah baris dalam satu bait
  • Guru lagu: jatuhnya suara terakhir dalam satu baris
  • Guru wilangan: jumlah suku kata dalam satu baris

Contoh Parikan

contoh parikan
Gambar oleh nugroho dwi hartawan dari Pixabay

Setelah mengetahui pengertian, ciri-ciri dan macamnya kamu akan bisa membuat sendiri parikan yang kamu inginkan sesuai dengan tema yang sudah kamu miliki.

Berikut adalah beberpa contoh parikan

Parikan Pituturi

• Manuk emprit menclok ing pari
Dadi murid sing teberi
• Gula batu, gula jawa
Bapa ibu sing tak tresna
• Kalung dawa digawe Surti
Banda dunyo gak digawa mati

Parikan Paseman

• Guru lagu, guru garta
Mbak sing ayu, pados napa?
• Udan grimis nelesi timun
Adik manis aja nglamun
• Lunga adoh nggawa bantal
Yen wes jodoh ora bakal ninggal

Ya teman-teman diatas adalah penjelasan tentang parikan dengan beberapa contohnya. Semoga teman-teman bisa memahaminya dengan baik dan juga dapat membuat parikan yang baik pula.

Sekian dari kami, jangan lupa tetap berkilau 😀

Leave a Comment