Paugeran dan Contoh Tembang Macapat Beserta Artinya

Paugeran dan Contoh Tembang Macapat Beserta Artinya

Tembang macapat adalah suatu kumpulan lagu-lagu tradisional yang juga memiliki makna dan filosofi tentang kehidupan manusia mulai dari kita masih menjadi janin sampai meninggal dunia.

Selain kita harus mengetahui tentangĀ jenis dan watak tembang macapatĀ kita juga harus mengetahui tentang paugeran tembang macapat. Paugeran adalah patokan atau aturan yang harus digunakan dalam pembuatan syair atau saat melantunkan tembang macapat.

Paugeran Tembang Macapat

karawitan tembang macapat
gamabar oleh joglosemarnews.com

Paugeran atau peraturan tembang macapat dibagi menjadi tiga, yaitu Guru Gatra, Guru Lagu, Guru Wilangan.

  1. Guru gatra yaitu cacahe gatra/larik saben sapada yang artinya adalah jumlah baris dalam satu bait. Jadi, dalam tembang macapat setiap baitnya mengandung beberapa baris.
  2. Guru lagu yaitu tibaning swara saben sagatra yang artinya adalah jatuhnya suara terakhir pada setiap barisnya. Setiap tembang memiliki suara atau huruf vokal yang akan menjadi tanda dari tembang tersebut.
  3. Guru wilangan yaitu cacahing wanda saben sagtra yang artinya jumlah suku kata dalam satu baris. Setiap tembang akan dihitung suku katanya dalam setiap barisnya.

Gatra artinya adalah garis

Pada artinya adalah bait

Swara artinya adalah suara

Wilangan artinya adalah angka

Wanda artinya adalah suku kata

Contoh Paugeran Tembang Macapat

contoh paugeran tembang macapat
budayajawa.id

Maskumambang

Apan kaya mangkono watekan iki,
Sanadyan wong tuwa,
Yen duwe watak tan becik,
Nora pantes yen dennuta,

Artinya:

Kalau seperti itu wataknya,
Walaupun orang tua,
Kalau punya watak tidak baik,
Dan perbuatan yang tidak pantas.
Tembang maskumambang dalam 1 bait memiliki 4 baris, 12, 6, 8, 8 guru wilangan atau suku kata, dan guru lagu i, a, i, a.

Mijil

Wulang estri kang wus palakrami
Lamun pinitados
Amengkoni mring balewismane
Among putra marusentanabdi
Den angati-ati
Ing sadurungipun

Artinya:

Nasihat untuk wanita yang sudah berumah tangga
Hendaknya dapat dipercaya
Melindungi rumah tangganya
Mengasuh anak, maru keluarga dan abdi
Selalu berhati-hati
Sebelum melakukan sesuatu.

Tembang mijil dalam 1 bait memiliki 6 baris, 10, 6, 10, 10, 6, 6 guru wilangan atau suku kata, dan i, o, e, i, i, u guru lagu.

Kinanthi

Anoman malumpat sampun
Prapteng witing nagasari
Mulat mangandhap katingal
Wanodya yu kuru aking
Gelung rusak wor lan kisma
Kang iga-iga kaeksi

Artinya:

Anoman sudah melompat,
Datang di pohon nagasari,
Melihat ke bawah terlihat,
Seorang wanita kurus kering,
Gelungnya rusak campur tanah,
Terlihat iganya yang kurus.

Tembang kinanti memiliki 6 baris dalam 1 bait, 8, 8, 8, 8, 8, 8 suku kata, dan u, i, a, i, a, i guru lagu atau vokal akhiran.

Sinom

Amenangi jaman edan
Ewuh aya ing pambudi
Melu edan nora tahan
Yen tan melu anglakoni
Boya keduman melik
Kaliren wekasannipun
Dilalah kersa Allah
Begja-begjane kang lali
Luwih begja kang eling lawan waspada
Artinya:
Mengalami zaman gila
Sulit dalam pikiran
lkut gila tidak tahan
Kalau tidak ikut melakoni
Tidak dapat bagian apa-apa
Kelaparan akhirnya
Untungnya kehendak Allah
Sebaik-baiknya orang lupa
Lebih beruntung yang senantiasa ingat dan waspada
Tembang sinom memiliki 9 baris dalam 1 bait, 8, 8, 8, 8, 7, 8, 7, 12 suku kata, dan a, i, a, i, i, u, a, i, a guru lagu.

Asmaradhana

Milane sinungan sakti,
Bathara Wisnu punika,
Anitis ana ing kene,
Ing Sang Prabu Jaya Baya,
Nalikane mangkana,
Pan jumeneng Ratu Agung,
Abala para narendra.

Artinya:

Karena dianugerahi kesaktian,
Batara Wisnu itu,
Menitis di sini,
Menitis pada Sang Prabu Jaya Baya,
Pada saat itu,
Sang Prabu menjadi raja Agung,
Pasukannya raja-raja.

Tembang asmaradana memiliki 7 baris dalam 1 bait, 8, 8, 8, 8, 7, 8, 8 suku kata, dan i, a, e, a, a, u, a guru lagu.

Gambuh

Sekar gambuh ping catur,
Kang cinatur polah kang kalantur,
Tanpa tutur katula-tula katali,
Kadalu warsa kapatuh,
Katutuh pan dadi awon.

Artinya:

Tembang Gambuh yang keempat,
Yang dibicarakan tingkah laku yang melenceng,
Tanpa nasihat akan terlunta-lunta,
Kadaluwarsa menjadi kebiasaan,
Disalahkan sudah mengerti menjadi jelek.

Tembang gambuh memiliki 5 baris dalam 1 bait, 7, 10, 12, 8, 8 suku kata, dan u, u, i, a, u, o guru lagu.

Dhandhanggula

Yogyanira kang para prajurit
Lamun bisa samiyo anuladha
Duk ing nguni caritane
Andelira sang Prabu
Sasrabau ing Maespati
Aran Patih Suwanda
Lelabuhanipun
Kang ginelung tri prakara
Guna kaya purun ingkang den antepi
Nuhoni trah utama

Artinya:

Sepantasnya para prajurit
Hendaknya bisa mencontoh
Seperti cerita zaman dahulu
Kepercayaan Sang Prabu
Sasrabau di Maespati
Bernama Patih Suwondo
Lelabuhannya
Yang dibingkai tiga perkara
Berguna seperti mau dipegang teguh
Meniru keluarga utama.

Tembang dhandhanggula memiliki 10 baris dalam 1 bait, 10, 10, 8, 7, 9, 7, 6, 8, 12, 7 suku kata dan i, a, e, u, i, a, u, a, i, a guru wilangan.

Durma

Dipun sami hambanting sariranira
cecegah dhahar guling
darapon sudaha
napsu kang ngambra-hambra
rerema hing tyasireki
dadi sabarang
karsanira lestari

Artinya:

Hendaklah kalian membanting diri
mengurangi makan dan tidur
agar berkurang
nafsu yang tidak karuan
tenteramkan hati kalian
jadi segalanya
agar lestari

Tembang durma memiliki 7 baris dalam 1 bait, 12, 7, 6, 7, 8, 5, 7 suku kata perbarisnya, dan a, i, a, a, i, a, i guru lagu.

Pangkur

Mingkar-mingkuring angkara,
Akarana karenan mardi siwi,
Sinawung resmining kidung,
Sinuba sinukarta,
Mrih kertarto, pakartining ngelmu luhung,
Kang tumrap neng tanah Jawi,
Agama-ageming aji.

Artinya:

Disingkur oleh angkara,
Oleh karena puas dengan anak didik,
Dihiasi nyanyian yang resmi,
Disambut diselamatkan,
Agar selamat, budi pekerti ilmu luhur,
Bagi orang tanah Jawa,
Agama adalah pedomannya.

Tembang pangkur memiliki 7 baris kalimat dalam 1 bait, 8, 11, 8, 7, 12, 8, 8 suku kata dan a, i, u, a, u, a, i guru lagu.

Megatruh

Hawya pegat ngudiya ronging budyayu,
Margane suka basuki,
Dimen luwar kang kinayun,
Kalising panggawe sisip,
Ingkang taberi prihatos.

Artinya:

Jangan berhenti selalulah berbuat kebajikan,
Jalan untuk kesenangan dan keselamatan,
Supaya tercapai semua keinginan,
Terhindar dari perbuatan yang bukan-bukan,
Yang tekun prihatin.

Tembang megatruh memiliki 5 baris kalimat dalam 1 satu bait, 12, 8, 8, 8, 8 suku kata dalam setiap barisnya dan guru lagu u, i, u, i, o.

Pocung

Bapak pocung, cangkemu madhep mendhuwur,
Sabamu ing sendhang,
Pencokanmu lambung kering,
Prapteng Wisma, Si Pocung mutah guwaya.

Artinya:

Bapak pocung, mulutmu menghadap ke atas,
Tempat bermainmu di mata air,
Tempatmu di lambung sebelah kiri, Sesampai di rumah,
Si pocung mengeluarkan air.

Tembang pocung memiliki 4 baris kalimat dalam 1 baitnya, 12, 6, 8, 12 suku kata, dan u, a, i, a guru wilangan.

paugeran tembang macapat
gambar oleh tumpi.id

Sekian sedikit materi dan informasi dari saya tentang Paugeran Tembang Macapat. Semoga bermanfaat dan bisa membuat kita untuk lebih cinta kepada budaya bangsa serta dapat melestarikannya.

Terima kasih.

1 thought on “Paugeran dan Contoh Tembang Macapat Beserta Artinya”

Leave a Comment