Rindu Itu Berat, Apalagi Rindunya Sama Nabi Muhammad

Rindu Itu Berat, Apalagi Rindunya Sama Nabi Muhammad

kaligrafi muhammad
by wallpaperxhp.blogspot.com

Memang benar kata Dilan kalau rindu itu berat. Tetapi yang dimaksud disini bukan rindu kepada orang yang belum halal untuk kita tapi rindu kepada Allah SWT dan Rasulullah Saw. Pada zaman Rasulullah dulu pernah diceritakan bahwa Rasulullah berkata kepada Abu Bakar “Wahai Abu Bakar, aku begitu rindu dan ingin bertemu dengan saudara-saudaraku”. Yang dimaksud “Saudara” oleh Rasulullah adalah umatnya yang belum pernah melihatnya tetapi beriman kepadanya dan mencintainya melebihi cinta yang mereka berikan kepada anak dan orang tua mereka.

Jadi, bagaimana dengan kita? Apakah kita sudah mencintai dan rindu pada Rasulullah? Rasulullah saja cinta dan rindu pada kita, masak kita tidak?

Namun, segala sesuatu yang berujung baik pasti ada beberapa penghalang atau hambatan untuk kita agar kita tidak melakukan hal tersebut. Jadi sebisa mungkin kita harus bisa menyingkirkan itu semua agar kita bisa mendapatkan hal baik yang kita inginkan tersebut.

Izin Ayah dan Ibu

quotes_anak_majelis
@quotes_anak_majelis

Dulu dimasa-masa sekolah aku adalah orang yang jarang sekali keluar rumah. Tetapi setelah selesai UN dan lulus sekolah aku adalah seseorang yang sering keluar malam dan kadang suka pulang diwaktu dini hari (nakal banget kan aku? Hehehe). Kenapa bisa seperti itu? Karena setelah UNlah aku baru bisa mendapat izin untuk pergi ke mejelis-mejelis ilmu yang sangat bermanfaat pastinya, itupun harus dengan langkah-langkah yang luar biasa perjuangannya (eeak).

Ya masalah terbesar dari kami atau yang sering disebut “Arek mejelis” (duh aku ngaku-ngaku haha) adalah izin dari orang tua. Banyak dari mereka yang sedih, menangis, bahkan sampai galau karena tidak dapat izin dari orang tua mereka. Sering sekali jika timbul masalah seperti ini pasti akan banyak yang bikin status WA ataupun IG dengan Caption “Ayah ibu izinkan kami pergi Sholawatan, karena setiap satu langkah  kami menuju majelis ilmu akan membawa kalian ke surga” dan masih banyak lagi yang mirip-mirp seperti itu.

Keadaan akan menjadi lebih parah jika kita melihat teman-teman yang lain bisa istiqomah hadir. Rasanya sangat iri sekali dengan mereka yang begitu mudahnya mendapatkan izin tanpa harus menangis dan memohon-mohon kapada orang tua terlebih dahulu. Tapi apa boleh buat, percuma juga kita pergi jika orang tua tidak mengizinkan kita, kita tidak akan mendapatkan apa-apa karena ridho Allah tergantung dari ridho orang tua.

Setiap orang tua pasti memiliki alasan tersendiri mengapa tidak memberikan izin kepada anak-anak mereka, bukan karena melarang anaknya mengaji tetapi biasanya lebih ke keselamatan dan kesehatan anak mereka.

Tentang Keselamatan disini adalah keselamatan dijalan saat berangkat dan pulang, selain pulangnya yang larut malam jalanan juga pasti ramai dengan kendaraan-kendaraan yang kadang suka kebut-kebutan. Belum lagi kalau yang keesokan harinya harus sekolah, kemungkinan besar mereka berkendara dengan kecepatan yang lebih agar bisa cepat sampai dirumah untuk segera beristirahat dan agar tidak kesiangan. Ya kurang lebih seperti itulah alasan mereka tentang keselamatan.

Masalah Kesehatan? Karena biasanya majelis ilmu atau mejelis sholawat selasai pukul 11 malam bahkan lebih, belum lagi kalau tempatnya jauh perjalanan pulangpun akan lebih lama lalu nanti sampai rumah belum bisa tidur pasti akhirnya begadang, dan kalau keseringan begadang juga tidak baik untuk kesehatan. Atau bisa juga kalau kita harus begadang dan tidur kita kurang, bisa-bisa kita bangunnya kesiangan sehingg telat sholat subuh dan kesekolah. Apa lagi kalau musim hujan, kekhawatian mereka akan menjadi 2x lipat atau bahkan lebih.

Kira-kira seperti itulah alasan mereka. Orang tua selalu menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya. Mereka pasti juga sangat senang jika anak-anak mereka pergi mengaji dan pergi mencari llmu.

Untuk menyiasati hal tersebut biasanya kita mencoba segala cara agar kita bisa mendapatkan izin, salah satunya adalah dengan merubah sifat dan sikap kita menjadi lebih baik lagi setelah pulang dari majelis, bukan hanya setelang pulang saja tapi juga untuk seterusnya dalam hidup kita serta tetap menjaga kesehatan agar orang tua kita merasa senang. Dengan seperti itu mungkin saja orang tua kita bisa berubah pikiran dan luluh hatinya. Atau kalau perlu ajak saja mereka hadir juga dalam majelis yang insyaallah itu akan lebih baik.

Ya Rasulallah Aku Rindu

rindu Rasulullah
by majelis riyadlul jannah

Kerinduan akan lebih sering muncul ketika izin tidak kita dapat, seperti yang telah aku tulis diatas tadi. Dari adanya rindu yang timbul bisa membuat kita menjadi lebih khusyuk saat beribadah kepada Allah dan akan menambahkan kecintaan kita kepada Rasulullah tentunya.

Ketika rindu itu muncul pasti kita membutuhkan obat untuk menyembuhkan atau menguranginya, salah satunya adalah dengan pertemuan. Lantas bagaimana kita bisa bertemu dengan Rasulullah? Sedangkan kita hidup di zaman setelah Rasulullah.

Semua itu bisa kita lakukan dengan bersholawat dan hadir dalam majelisnya Rasulullah untuk mengobati rasa rindu kita. Kenapa dengan hadir di majelisnya Rasulullah? Karena insyaallah Rasulullah pasti hadir di tengah-tengah kita untuk menerima salam dari kita. Untuk para pecinta nabi dan anak-anak majelis pasti itu yang menjadi alasan utama kenapa mereka selalu ingin istiqomah hadir dimajelis.

Untuk mendapatkan syafaat nabi, apapun akan dilakukan oleh mereka. Duduk dijalan atau dilapangan sudah menjadi kebiasaan. Saat musim hujan, hujan-hujan adalah hobi yang sangat menyenangkan dan menjadi momet yang sangat ditunggu karena turunnya hujan adalah pertanda bahwa rahmat sedang diturunkan oleh Allah dan hujan juga akan membuat mereka lebih bersemangat lagi untuk bersholawat.

Tidak hanya itu, mereka yang rumahnya jauh dari acara mejelis akan rela tidak jajan untuk menyewa kendaraan agar tetap bisa hadir, bahkan ada juga yang rela capek naik sepeda dari rumah sampai ke tempat acara dan dari tempat acara sampai kembali ke rumahnya hanya karena untuk Allah dan Rasulullah.

Dan disini aku pernah mengalaminya sendiri. Waktu itu ada acara majelis yang tempatnya lumayan jauh dari rumahku, sekitar 50-60 menit perjalanan. Karena saat itu musim hujan dan tempatnya jauh pastinya aku tidak mendapat izin kecuali dengan ikut rombongan yang biasa dibuat didaerah sekitar rumahku. Akhirnya aku memilih untuk ikut rombongan saja dari pada tidak bisa hadir kan yaa..

Aku, temanku, dan beberapa tetanggaku bersepakat untuk menyewa mobil pick up atau motor tossa yang bisa mengantar dan menunggu sampai acara seesai. Dulu aku pernah merasa malu saat awal-awal aku mengikuti majelis-majelis yang bertempat jauh dari rumah. Kenapa? Ya karena banyak banget tetangga atau teman-teman yang bilang “ih mau banget sih bayar mahal-mahal naik mobil pick up cuma buat sholawatan, tidur dirumah lebih enak uangnya bisa buat jajan” Dan itu bikin telinga panas dan kesel banget nggak sih?

Namun dengan seiring berjalannya waktu aku mulai tidak peduli dengan kata-kata mereka, belum tau saja mereka bagaimana rasanya sholawatan ramai-ramai menyerukan nama Allah dan Rasulullah. Kalau mereka tau pasti akan ketagihan dan pengen bisa istiqomah hahaha.

Jadi, hampir setiap ada acara yang yang jauh aku selalu naik mobil pick up ataupun tossa tersebut, pernah sih sekali naik motor karena kepepet banget. Dan ternyata ada yang mau berkorban lebih dari pada kita-kita yang sewa kendaraan. Dia rela naik sepada ontel, bahkan sampai luar kota dia selalu bisa istiqomah hadir atas kecintaannya. Dari sini aku mendapatkan motivasi dari dia untuk bisa semakin bersemangat dan belajar untuk tetap istiqomah seperti dia walaupun diluar sana lebih banyak yang mencaci dan tidak suka, dan aku sempat berfikir “Kalau dia bisa kenapa aku tidak? Tidak ada yang mustahil bagi Allah kalau kita selalu berdoa dan berusaha.”

Bahagiaku Sederhana

majelis sholawat
by sinarpos.com

Kebahagiaan yang kami rasakan saat pergi ke majelisnya Rasulullah adalah sebuah kebahagian yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata, yang jelas kebahagiaan itu muncul ketika kami telah duduk bersama kemudian bersholawat lalu berdoa dan kembali bersholawat dengan kerinduan yang telah tercipta. Kerinduan tersebut seketika akan terasa hilang ketika kita bisa merasakan kehadiran Rasulullah ditengah-tengah kita di tengah lautan manusia yang selalu merindukan sang baginda Nabi Muhammad Saw.

Bahkan kadang juga ada dari jamaah majelis yang meluapkan rasa rindunya dengan meneteskan air mata. Bukan karena apa-apa tapi mungkin karena saking senangnya mereka bisa kembali berkumpul di tempat yang mulia, bisa bertemu dan berdoa bersama alim ulama, atau bahkan juga bisa karena dia ingat akan dosa-dosa yang membuat dia berfikir “apakah aku sang pendosa ini bisa bertemu dan memandang wajah Rasulullah? Apakah Rasulullah mengenali aku sebagai umatnya?”

Banyak yang bilang jika bahagia itu sederhana, ya memang benar bahagia itu sederhana cukup dengan pergi sholawatan ke majelis sholawat, apalagi perginya bersama keluarga tercinta itu akan menjadi kesan kebahagiaan tersendiri.

Selain itu ketika kita ada didalam sebuah majelis kita juga pasti akan bertemu dengan teman-teman baru yang memiliki tujuan yang sama yaitu mendapat syafaat Rasulullah dan keberkahan dari Allah. Disini kita semua sama, walaupun kadang kita berbeda majelis tapi kita tetap bersatu untuk membumikan sholawat tidak peduli seperti apa latar belakang kita, dan dari mana kita berasal.  Di dalam sebuah majelis juga tidak ada yang namanya perbedaan golongan antar nama majelis, tidak ada pertikaian, tidak ada perdebatan, tidak ada perbandingan antara mejelis yang satu dengan yang lain, yang ada hanya kita para pecinta Rasulullah Saw.

Ketika Allah dan Rasulullah berada didalam hati kita dan kita selalu menaati perintah-Nya insyaallah hati kita akan tenang, segala sesuatu yang kita niatkan untuk Allah akan terasa ringan dan insyaallah barokah.

Semoga sedikit cerita ini bisa bermanfaat untuk kita semua, dan semoga saya bisa kembali menulis cerita-cerita yang lebih menarik, dan lebih bermanfaat lagi pastinya. Jangan lupa sholat dan sholawat teman-teman!

Sekian terima kasih.

Allahumma Sholli Alaa Sayyidina Muhammad.

Leave a Comment