kedokteran

Rumah Sakit Jiwa Bukanlah Tempat yang Menakutkan

Rumah Sakit Jiwa, ada yang pernah kesana? Kalau belum pernah, coba deh luangin waktu kalian untuk berkunjung kesana. Disana kita bisa belajar dari mereka-mereka yang sedang dalam keaadaan kurang baik. Namun dalam keadaan seperti itu mereka tetap diberikan kelebihan tersendiri oleh Allah dan juga sangat memotivasi.

Disini aku akan menceritakan sedikit pengalamanku saat aku berkunjung ke rumah sakit jiwa.

Rumah Sakit Jiwa Dr. Radjiman Wediodiningrat

RSJ Lawang
sumber: blog.ub.ac.id

Rumah Sakit Jiwa Dr. Radjiman Wediodiningrat bertempat di Lawang, Malang, Jawa Timur yang diresmikan pada tanggal 23 Juni 1902 dengan nama Krankzinnigengestich te Lawang dan diresmikan oleh oleh Direktur Onderwijs Van Eeredienst En Nijverheid. Rumah sakit ini juga pernah dikenal dengan nama RSJ Sumber Porong.

Saat itu adalah saat pertama kali aku memasuki wilayah rumah sakit. Sebelumnya aku sama sekali belum pernah ke rumah sakit jiwa, yang sering sih ya ke rumah sakit umum hehe.

Pertama kali aku masuk wilayah rumah sakit itu rasanya seperti tidak berada di sebuah rumah sakit jiwa, padahal itu sudah berada didalam rumah sakit. Setelah aku dan rombongan memasuki gerbang rasa yang aku rasakan masih sama, itu bukan rumah sakit tapi itu adalah sebuah komplek perumahan.

Ruangan-ruangan di rumah sakit itu ditata dengan sedemikian rupa sehingga tidak  seperti rumah sakit pada umumnya. Disana dibagi menjadi beberapa komplek untuk setiap masalah yang diderita dan juga dibagi atas laki-laki dan wanita. Jadi pasien laki-laki dan wanita disana dipisah dengan ruangan-ruangan dan dengan jarak yang lumayan jauh juga.

Disana banyak sekali ruangan-ruangan yang terpisah dan itu selayaknya rumah yang bertetangga namun masih berjarak luramayan jauh. Disetiap rumah berisi dengan pasien yang berbeda, sesuai dengan masalah yang dialami oleh masing-masing pasien.

Untuk pasien dengan masalah A ditempatkan di ruang A, pasien dengan masalah B ditempatkan diruangan B dan seterusnya. Disana ada juga orang-orang yang sudah menjadi pecandu narkoba dan sejenisnya, mereka ditempatkan di ruangan khusus pecandu narkoba dan juga ruangannya dipasang pagar besi yang tinggi serta bergerigi sehingga mereka tidak bisa melarikan diri.

Rumah sakit ini terletak diatas tanah yang sangat-sangat luas, bahkan dari ruangan yang satu keruangan yang lain kita bisa meraskan lelahnya. Bahkan beberapa perawat atau pengurus disana menggukan motor atau sepeda untuk mendatangi ruangan-ruangan tersebut.

Jadi, kalau teman-teman mau berkeliling-keliling disana harus siap-siap capek ya hehehe. Waktu itu aku dan rombongan sekolahku yang datang ke beberapa ruangan saja sudah terbukti kelelahannya bagaimana kalau semua ruangan didatangi? Tapi rumah sakit itu tempatnya sangat sejuk, tenang, indah juga pastinya, sehingga yang berada disana bisa nyaman.

Karya Terindah Mereka

lukisan mereka
sumber: psikologi.uin-malang.ac.id

Ternyata apa yang aku pikirkan ketika akan berangkat kesana adalah salah besar, yang ada didalam pikiranku saat itu adalah mereka sangat berisik, awut-awutan, lari-larian sana-sini, dan lain-lain yang seperti itu. Mereka disana sangat terawat, bersih dan sangat kreatif, bahkan aku merasa bahwa mereka lebih kreatif dari pada aku (duuhhh ahhh).

Memang aku tidak tau apa saja yang mereka lakukan setiap harinya, ya selain tidak berada disana setiap hari dan waktu itu hanya sebentar sekali berada disana mungkin 2-3 jam saja. Ketika berada disana yang aku dapati hanya beberapa kegiatan saja, seperti makan, bersih-bersih, dan beberapa lainnya.

Saat makan mereka sangat terlihat tertib dan bersih. Sebelum makan mereka mencuci tangan dan juga berdoa. Ada yang berdoa dalam hati hati, ada yang sambil sedikit berteriak dan semacamnya. Setelah selesai makan mereka juga membersihkan meja makan mereka kemudian mencuci piring mereka.

Tidak hanya itu, setelah selesai makan dan membereskan alat makannya mereka juga mengepel lantai ya tapi ya begitulah ya. Mereka mengepel dengan cara beriringan setelah lantai dipel oleh si A dan belum selesai disusul si B mengepel lantai yang sudah dipel si A dan itu tidak hanya 2 orang saja kira-kira ada 4 sampai 5 orang yang melakukan itu, jadi mereka mengepel lantai sampai siang dan tidak kunjung selelai. Lucunya mereka tidak saling memarahi malah mereka tertawa dan terlihat senang untuk melakukan itu semua.

Saat kami pindah keruangan lain kami melihat sekelompok ibu-ibu sedang membawa benang disebuah ruangan yang banyak kain, benang, dakron, cat dan alat-alat kerajinan lainnya. Ternyata disana mereka sedang membuat berbagai macam barang-barang dan kerajian tangan. Hasilnya sangat tak terduga, hasilnya begitu bagus dan sangat menarik.

kerajinan mereka
sumber: merahstroberi.blogspot
puisi terindah
sumber: merahstroberi.blogspot.com
karya mereka
sumber: merahstroberi.blogspot

Ya kira-kira seperti itulah beberapa karya mereka. Sebenarnya masih banyak lagi, seperti frame foto, asbak, miniatur dari kayu dan sebagainya.

Ketika kami dipersilahkan untuk masuk ketempat penyimpanan karya-karya tersebut kami sangat kaget dan terharu, bisa sekreatif itu mereka. Mereka bisa mendapatkan ide-ide yang bagus kata-kata yang indah yang kadang tidak terlintas di dalam benak kita. Ini sungguh luar biasa, aku sangat senang sekali bisa berkunjung kesana.

Museum Kesehatan Jiwa Lawang

museum kesehatan jiwa lawang
sumber: @aj_arsk

Museum Kesehatan Jiwa Lawang adalah museum yang terletak tepat didepan Rumah Sakit Jiwa Lawang. Di dalam museum ini kita bisa melihat beberapa benda-benda bersejarah mulai dari pakaian sampai alat yang digunakan untuk terapi pada masanya.

Disini kita akan bertemu dengan pengurus museum dan kita akan diberi penjelasan tetang benda-benda tersebut. Jadi, kita tidak hanya bisa melihat tetapi juga belajar.

Pasung

pasung jaman belanda
sumber: pesona.travel.com

Di dalam museum tersebut terdapat kayu tua yang dibelah menjadi dua dan diberi lubang yang berdekatan di tengahnya. Benda itu adalah pasung. Pada zaman dahulu pasung digunakan untuk menenangkan pasien ketika terjadi masalah seperti marah-marah dan mengamuk. Namun sekarang pasung tidak lagi digunakan untuk hal tersebut karena bisa menyakiti fisik pasien.

Strait Jacket

baju terapi
sumber: PicBon.coom

Strait Jacket adalah sebuah pakaian yang berbentuk seperti jubah dengan lengan yang sangat panjang. Baju itu dipakaikan ketika pasien melakukan pemberontakan. Pasien akan dipakaikan baju tersebut dan lengan yang tersisa akan ditalikan sehingga pasien tidak bisa berontak dan tidak menyakiti diri sendiri maupun orang lain .

Bed Fiksasi

bak terapi
jelajahmalangku.blogspot.com

Bak mandi ini dulu digunakan untuk fiksasi. Ketika keadaan pasian gaduh dan gelisah, maka pasian akan diminta untuk berendam dengan air hangat didalam bak ini. Pasien akan merasa lebih rileks sehingga akan lebih tenang.

Baju Dokter dan Perawat

baju dokter dan suster
Deskgram.com

Disana kita juga bisa menjumpai baju dokter dan perawat pada masa itu. Baju tersebut dipakaikan pada patung dan disimpan di dalam lemari kaca. Untuk pakaian dokter kira-kira hampir mirip-mirip dengan pakaian dokter pada zaman sekarang, sedang pakaian perawatnya lebih banyak memiliki perbedaan dengan zaman sekarang. Lebih enaknya silahkan teman-teman lihat gambar diatas.

Selain itu masih banyak lagi benda-benda bersejarah disana, seperti alat medis zaman dahulu yang menggunakan bahan dasar besi, piano, alat tenun, mesin ketik, dan yang lainnya.

Jika teman-teman penasaran, langsung saja kesana berkunjung sekaligus belajar. Di sana kita juga boleh mengambil foto untuk kenang-kenangan tapi juga ada peraturan yang harus kita patuhi, yaitu kita tidak boleh mengambil foto pasien atau foto bersama pasien.

Aku dan rombongan dari sekolahku sangat senang bisa kesana. Kami belajar banyak dari orang-orang yang sedang tinggal di rumah sakit tersebut, kami juga bisa belajar arti kesabaran dari para perawat dan dokter yang bertugas mereka rela menjadi seperti orang-orang yang mereka rawat agar semua terasa sama dan mudah untuk beradaptasi.

Cukup sampai disini cerita saya kali ini, semoga bermanfaat dan tidak membosankan. Sekian terima kasih.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *