Sekecil Apapun Perubahan, Itu Pasti Membutuhkan Proses

Sekecil Apapun Perubahan, Itu Pasti Membutuhkan Proses

Masa kanak-kanak adalah masa dimana kita akan lebih banyak merasakan kebahagiaan, kenapa? karena dimasa ini kita belum dituntut untuk memikirkan dunia dan lainnya. Mungkin setiap harinya kita hanya menghabiskan waktu kita dengan makan, bermain, tidur dan ya begitu-begitu saja.

Memang kita tidak akan merasa senang terus dalam sehari. Bisa juga kita dibuat jengkel atau marah karena sesuatu yang kita inginkan tidak dikabulkan. Itu adalah hal yang sudah sangat biasa palingan nanti diberi es krim atau permen kita sudah tidak marah lagi hehehe.

Ya begitulah masa anak-anak yang menurutku masa yang paling ringan dan menyenangkan.

Disini aku akan bercerita sedikit tentang masa kecilku, dan semoga dalam cerita ini ada hikmah yang bisa kita petik untuk lebih baik kedepannya.

Masa Kanak-Kanak yang Cengeng

masa kanak-kanak yang penuh drama
Photo by Arwan Sutanto on Unsplash

Aku adalah anak ke-2 dari 2 bersaudara dan kakakku laki-laki, Kami lahir berjarak sekitar 5 tahunan. Aku lahir dari keluarga sederhanya yang alhamdulillah selalu diberi kecukupan.

Aku adalah tipe anak yang manja dan penakut (menurutku). Saat aku masuk taman kanak-kanak aku adalah termasuk dalam golongan anak yang cengeng, tapi sepertinya yang paling cengeneg adalah aku. Hampir setiap hari aku selalu menangis karena hal-hal sepele yang yaaa seperti itulah ya taukan gimana anak kecil.

Aku sangat berbeda dengan teman-temanku yang lebih pemberani. Setiap hari ketika jam pelajaran dimulai ibuku selalu aku minta duduk didalam disampingku atau jika tidak ibuku harus berada dijendela dan menghadap kearahku. Saat itu aku merasakan sangat takut jika ditinggal sendirian.

Pernah dulu saat setelah libur semester, sekolah dimulai kembali dan harus mencari tempat duduk baru. Aku punya satu teman perempuan yang katanya sih seASI denganku tapi beda ibu beda bapak. Dia selalu merebut tempat duduk yang sudah aku dapat. Ketika aku mendapat tempat duduk di baris paling depan dia merebutnya, ketika aku mendapat duduk di paling belakang dia juga merebutnya, dan yang terakhir ada dua bangku bersebelahan di tengah dan aku mendudukinya diapun merebutnya juga dan kami bertengkar.

Setelah dilerai oleh ibuku dan guru-guru akhirnya aku mau mengalah dan dia duduk disampingku, dan tanpa aku sangka dia malah membuang tasku seperti dia tidak mau jika aku harus mendapatkan tempat duduk dan ya menangislah aku hahaha.

Lalu ketika kegiatan senam pagi dihalaman, saat itu senamnya pakai properti dan aku tidak kebagian properti terus nangis deh. Adalagi kegiatan makan bersama setiap hari sabtu kalau lauknya kurang cocok nangis. Pokoknya apa-apa sedikit nangis, berantem seditik nangis, alat tulis ketinggalan nangis. Nangis melulu deh perasaan hidup we haha.

Dan yang paling aku ingat sampai sekarang adalah dulu ketika aku sudah masuk di TK B. Waktu itu aku sudah bisa ditinggal pulang sama ibu lo, sifat penakutnya sudah mulai hilang (sedikit) haha. Saat jam istirahat aku mau beli jajan dan ternyata uang sakuku ketinggalan. Aku tidak tau harus bagaimana, kalau tidak beli jajan ya laper dan pastinya pengen karena lihat teman-teman bawa jajan, minta dibeliin minta kesiapa dan akhirnya aku menangis sejadi-jadinya sampai para orang tua dan guru-guru bingung karena aku kalau sudah menangis yang luar biasa pasti tidak bisa ditanya apa-apa.

Akhirnya ibuku datang dan kaget melihat aku menangis seperti itu. Dia memintaku untuk tidak menangis lagi tapi aku tetap saja menangis. Lalu ibuku kuwalahan dan mengajakku pulang tapi aku tidak mau, diaajak kembali kesekolahan juga tidak mau (sebenarnya mauku apa sih?).

ibu dan anak
photo by WeddingBlogDeeWordPress.com

Akhirnya ibuku pasrah dan mendudukkanku diatas pagar sekolah yang pendek dan akan meninggalkanku sendirian. Disitu tangisku semakin menjadi-jadi sampai jari-jari tanganku kaku semua tidak bisa digerakkan sama sekali dan ini selalu terjadi saat aku menangis. Karena aku merasakan kejanggalan itu, tangisku bukan malah berhenti malah bikin orang panik, ya gimana tidak nangis? Tanganku tidak bisa bergerak gitu kan ya..

Karena aku takut sekali akhirnya ibuku membaca surat Al-Fatihah dan doa, entahlah itu doa apa aku tidak tau kemudian meniup tanganku dan memberikan aku minum agar aku lebih tenang. Tidak lama kemudian aku mulai diam walaupun masih terisak dan jari-jariku sudah mulai normal kembali dan aku langsung memeluk ibuku. Rasanya seperti ingin bilang terima kasih tapi tidak bisa jadi ya aku peluk saja. Aku sangat sayang pada beliau tapi sepertinya aku sering membuatnya kecewa dan bersedih. Maafkan aku emak.

Keluar Dari Zona Nyaman.

taman kanak-kanak
alasad.sch.id

Mulai masuk pertengahan semester di TK B aku mulai sedikit menjadi pemberani (eeak). Yang biasanya kalau senam pagi tidak mau di depan berubah jadi mau, Kalau dulu disuruh menjadi pemimpin baca Pancasila di depan kelas tidak mau tapi sekarang kadang malah mengajukan diri untuk jadi pemimpin hahaha dan beberapa lainnya yang biasa dilakukan anak TK.

Aku tidak tau dari mana keberanian itu aku dapatkan, yang jelas yang aku rasakan adalah perubahan yang sangat berbeda dengan waktu-waktu sebelumnya. Bahkan waktu itu aku juga pernah menjadi anak yang sangat jail dan bisa dibilang nakal sedikit tapi yaa hehe.

Salah satu kejailan yang aku ingat adalah saat makan bersama kemudia dilanjutkan dengan pelajaran mewarnai. Di kelas TK B aku sudah tidak duduk bersama teman perempuanku tadi, mau sih sebenarnya tapi kalau benar-benar terpaksa (hehe jadi malu). Jadi, dulu di TK B aku mendapat tempat duduk bersama anak laki-laki, dia tinggi dan besar tapi kadang dia juga suka nangis seperti aku (maap bro).

Saat makan bersama aku bawa lauk mie rebus dan dia bawa lauk mie goreng, karena aku kepengen mie gorengnya dia yang kelihatannya enak aku minta sama dia tapi tidak mau berbagi sama aku. Akhirnya aku menawarkan sebuah kesepakatan kalau kita nanti tukeran mie, aku kasih dia mieku sedikit dan dia kasih mienya ke aku sedikit, dan dia setuju (waaa). Waktu itu dia sambil makan jadinya gemes gitu, akhirnya aku punya pikiran untuk ngejailin dia. Aku tiba-tiba mengambil mienya dia dan aku tidak mau memberikan mieku padanya, lalu dia marah-marah tidak jelas dan kembali merebut mienya di kotak makanku dengan wajah murung dengan pipinya yang super tembem hehe.

Setelah selesai makan bersama kelas langsung disambung dengan mewarnai gambar di buku mewarnai. Hampir sama dengan makan bersama tadi tapi kali ini tentang cat warna. Karena alat mewarnaiku mulai tidak lengkap akhirnya aku meminjam pewarna miliknya dan baik sekali, dia langsung meminjamkannya hahahah (ketawa jahat). Ketika dia memberikan pewarnanya aku langsung mengambilnya semua dan menyembunyikannya di tasku supaya dia tidak bisa mewarnai dengan cepat dan aku yang selesai duluan (nakal bet dah). Eh tiba-tiba dia nangis dan bilang keguru, kena tegur dong akunya jadi disuruh minta maaf ke dia. Setelah aku minta maaf eh dia malah ketawa ngakak (-_-).

Lomba Senam

senam anak
Gambar oleh Galina9237941221 dari Pixabay

Selain itu, dulu pernah ada lomba senam anak TK se-Kecamatan dan aku mengira aku tidak akan ikut terpilih untuk menjadi anggotanya karena selain aku penakut juga aku sangat cengeng. Takutnyakan kalau waktu senam sudah sampai ditengah-tengah tiba-tiba aku nangiskan aneh gitu ya haha, eh ternyata aku malah terpilih seneng banget dong ya. Ketika pengumuman pemenang, alhamdulillah sekolahku mendapat juara 2 dan masyaallah senangnya kita dapat piala sampai lompat-lompat.

Baris-berbaris

baris-berbaris
salsa-nely.com

Selain itu waktu acara 17 Agustusan ada pawai dan baris-berbaris dari TK sampai SD. Untuk TK di ambil dari TK B kemudian dibagi dalam 2 kelompok. Aku masuk dalam kelompok pertama, dan tidak menyangkanya lagi aku dijadikan pemimpin kelompok tersebut. Aku sempat takut sih, tapi pikiran anak kecil ya gitu palingan juga begitu saja. Setelah berhari-hari latihan alhamdulillah semua berjalan lancar, rapi, dan memuaskan.

Dari perubahanku itu aku yakin orang tuaku terutama ibu pasti senang dan bangga sekali. Dari aku yang  suka nangis, nakal, penakut, suka bikin malu bisa menjadi aku yang seperti itu, yang berani, tidak cengeng lagi, juga tegas dan bertanggung jawab.

Aku yakin ini semua pasti karena doa dari kedua orang tuaku dan usaha-usaha mereka untuk membuat aku menjadi anak yang lebih baik.

Orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuk anaknya apalagi kalau anak mereka membuat bangga keluarga. Semoga kita semua bisa membanggakan orang tua kita baik didunia maupun di akhirat kelak.

Dari pengalaman ini saya belajar bahwa doa dari ibu atau orang tua insyaallah akan mudah terijabah, dan apabila kita menghormati dan menaati orang tua kita akan mendapatkan rindho orang tua dan pasti rindho dari Allah.

Semoga bermanfaat, sekian dari saya terima kasih.

Leave a Comment