Sekolahku Terkubur Pasir Gunung Kelud

sekolah
by pixabay.com

Sekolah … sekolah adalah tempat yang pasti sudah tidak asing lagi jika terdengar ditelinga kita. Ketika disebutkan kata “sekolah” pasti ada beberapa pandangan dan bayangan yang berbeda, ada yang ketika mendengar kata itu dia merasa senang, ada yang merasa biasa aja, bahkan ada yang merasakan ketegangan dan ketakutan mungkin karena ada guru yang dia anggap killer atau bisa juga ada teman yang suka menjahati mereka.

Sekolah adalah tempat dimana berkumpulnya ilmu-ilmu yang dapat kita pelajari agar kita menjadi seseorang yang pandai, menjadi seseorang yang tidak mudah dibodohi, dan menjadi seseorang yang lebih baik dari sebelum kita bersekolah. Sekolah juga merupakan tempatnya pengalaman yang sangat mengesankan, baik itu pengalaman yang menyenangkan ataupun pengalaman yang menyebalkan, itu semua akan selalu ada diingatan kita.

Dan ketika kita tiba disekolah pasti akan langsung bertemu dengan teman-teman kita kemudian ngobrol kesana kemari, ngomongin ini ngomongin itu, curhat, nanya PR, belajar bareng dan masih banyak lagi lah ya…

SMP

 

UPTD SMPN 1 Pagu
by UPTD SMPN 1 Pagu

Masa SMP adalah masa dimana perubahan dimulai, yang tadinya di masa Sekolah Dasar yang penampilannya masih suka kumal, keringat dimana-mana, baju kusut sana-sini hingga menjadi lebih bersih, wangi, rapi, dan sifat alaynya sedikit berkurang hehe. Samalah aku dulu juga seperti itu tapi bedanya baju masih rapi nggak kusut-kusut banget. Tapi kadang kalau kesiangan dan baju lupa belum disetrika ya sudah apa boleh buat untung kalo nyuci seragamnya digantung jadi masih ada licin-licinnya gitu. Selain itu ketika mulai masuk SMP kebanyakan anak pasti minta ke orang tuanya supaya semua perlengkapan sekolahnya baru misalnya tas, sepatu dan yang sering diminta adalah sepeda. Kenapa sepeda? Ya karena kita sudah mulai dewasa dan badan juga makin tinggi, jadi kalo naik sepeda kecil kesekolah pasti capek banget apalagi kalau sekolahnya jauh dari rumah.

Dulu aku masuk SMP tahun 2012, dengan postur tubuh yang kecil mungil dan tinggi yang kurang semampai hehe. Kukira dulu aku setelah masuk SMP akan masuk menjadi golongan siswi yang dibilang tinggi tapi ternyata itu salah besar, aku termasuk golongan dari siswi-siswi yang kurang tinggi dan sampai sekarang kadang masih ada aja yang mengira aku masih sekolah padalahkan aku sudah lulus hampir 1 tahun yang lalu. Bahkan waktu aku kelas 3 SMK dikira masih umur 15 tahun waduh parah banget kan ya.

Jarak dari rumahku ke sekolah SMP sekitar 3-4 km melewati jalan raya yang jalannya sedikit berlubang dan sedikit persawahan disekitarnya. Aku berangkat kesekolah pukul 06.15 atau paling lambat 06.30 pagi karena aku naik sepeda, dan waktu itu banyak banget yang naik sepeda. Salah satu alasannya karena pada masih kecil, belum punya SIM, belum bisa mengendarai juga sih dan dari sekolah juga belum terlalu diberi izin. Tapi untuk siswa-siswi kelas 9 kebanyakan naik motor karena ada jam pelajaran tambahan pagi untuk persiapan Ujian Nasional. Aku biasanya berangkat kesekolah bersama tetanggaku atau kalau dia ada jam tambahan aku harus berangakat sendirian dan nanti dijalan pasti bertemu teman sekelasku yang rumahnya lebih jauh dari rumahku dan dia juga naik sepeda ontel, mantep kaaan?

Oh iya, nama SMP tempat aku menuntut ilmu adalah SMPN 1 Pagu seperti yang terlihat pada gambar diatas, bertempat di Jl. Pagu-Bungkal No 71 Kec. Pagu, Kab. Kediri, Jawa Timur, Indonesia 64183. Disini aku banyak sekali mendapatkan ilmu dari para guru-guru ya walaupun kadang suka kurang paham padahal beliau-beliau menjelaskannya singkat padat dan jelas. Disini juga aku bisa dapat teman yang selalu mendukung dan selalu ada jika aku sedang membutuhkan mereka. Bahkan sampai sekarangpun ada beberapa dari mereka yang masih setia, selalu ada, selalu mendukung dan mengingatkan aku ketika aku melakukan kesalahan baik itu kecil maupun besar dan yang pasti dia juga selalu mengingatkan aku tentang Allah dan Rasulullah. Terima kasih temanku.

Sekolahku adalah sekolah Adiwiyata jadi jangan heran kalau berkunjung kesana akan melihat lingkungan sekolah yang hijau, asri dan banyak pepohonan. Dari terpilihnya sekolahku menjadi sekolah adiwiyata ini maka dibentukalah beberapa Kelompok Kerja atau yang biasa disebut PokJa. Didalam PokJa ini aku masuk dalam sebuah kelompok kerja yang diberi nama PokJa TOGA (tanaman obat keluarga). Jadi didalam pokja ini aku beserta teman-teman menanam, dan merawat tanaman-tanaman berkhasiat yang akan ditanam dilingkungan sekolah yang sudah disediakan. Alhamdulillah semua tanaman TOGA yang kami tanam dan kami rawat tumbuh subur. Tapi pada akhirnya hampir seluruh tanaman kami mati karena sekolah kami terkena bencana.

Gunung Kelud Meletus

 

kegiatan siswa-siswi UPTD SMPN 1 PAGU saat kerja bakti membersihan sekolah dari pasir gunung kelud
by UPTD SMPN 1 PAGU

Gunung Kelud meletus pada tanggal 13 Februari 2014 malam sekitar pukul 11 malam. Waktu itu tepat sekali saat aku sedang belajar fisika untuk ulangan harian keesokan harinya. Biasalah ya belajar kebut semalam hehe. Tapi sebenernya waktu itu tidak ada niatan untuk kebut semalam sih hanya karena tidak bisa tidur dan bingung mau ngapain, jadi ya belajar sekalian menghafal rumus-rumusnya. Malam itu tiba-tiba terdengar suara seperti hujan tapi keras dan berat. Itu terjadi secara tiba-tiba dan semua orang terbangun kemudian langsung lari keluar rumah, ternyata setelah dilihat adalah hujan pasir dan kerikil secara bersamaan. Akhirnya kita duduk diteras menunggu hujannya reda sambil berdoa agar kita semua diberi keselamatan. Dan alhamdulillah sampai hujan reda tidak ada korban atau fasilitas rumah yang rusak.

Kesokan paginya aku keluar rumah dan waw halaman rumahku sudah seperti pantai dengan pasir putih yang membentang menutupi jalanan. Pasirnya tebal dan hangat sehingga waktu itu aku merasa seperti benar-benar berada di pantai. Dengan percaya dirinya aku menulis namaku diatas pasir dengan tambahan gambar-gambar emotikon yang menggelikan kemudian aku foto dengan kamera HP yang bisa dibilang bagus pada masanya. Selain tulisan namaku yang kufoto, keadaan rumah dan pohon-pohon disekitarpun aku foto niatnya untuk dokumentasi tapi sekarang foto itu hilang tidak tau kemana.

Pagi itu aku tidak tau kalau sekolah akan diliburkan, jadi setelah aku main-main pasir aku mandi dan bersiap kesekolah. Setelah selesai bersiap, aku mengeluarkan sepedaku dan berangkat kesekolah. Saat itu teman-teman satu sekolahku juga tetap berangkat kesekolah karena tidak ada kabar sama sekali jika sekolah diliburkan. Sebelum sampai disekolah aku melihat beberapa temanku kembali kearah rumah mereka dan mereka bilang sekolah diliburkan untuk hari ini. Karena aku orangnya suka nggak percaya jadi aku tetap mengayuh sepedah sampai didepan gerbang dan sampai disana masih ada banyak siswa-siswi yang berlalu lalang, kemudian ada seorang satpam bilang kalau hari ini sekolah diliburkan akhirnya kita pulang dan ulangan harian fisika batal.

Keesokan harinya sekolah dimulai lagi tapi sebelum mejunu ke kegiatan belajar mengajar, seluruh siswa-siswi, guru, staf, dan karyawan tata usaha bekerja bakti membersihkan lingkungan sekolah yang tertutupi oleh pasir akibat meletusnya Gunung Kelud. Kita diminta untuk mengumpulkan pasir tersebut dan dimasukan kedalam karung yang kita bawa dari rumah. Setelah dikumpulkan, pasir tersebut akan dimanfaatkan untuk menanam tumbuhan yang masih hidup yang sudah kami tanam sebelumnya  untuk akreditasi sekolah adiwiyata. Kurang lebih 1 minggu kami mengumpulkan pasir tersebut dan disini kita mendapat pasir berkarung-karung sampai tempat penampungan pasir yang sudah dibuat tidak cukup lagi, akhirnya sebagian pasir yang sudah dikumpulkan tetap berada di depan kelas atau disandarkan dibawah pohon. Setiap hari kami pergunakan pasir tersebut untuk menanam tanaman yang baru dan sebagian untuk membenahi fasilitas yang rusak. Selain itu kami juga mengadakan penggalangan dana akan akan kami berikan kepada korban bencana yang lebih membutuhkan.

Penggalangan Dana dari siswa-siswi SMPN 1 Pagu untuk korban yang membutuhkan
Penggalangan Dana by UPTD SMPN 1 Pagu

Begitu indahnya masa-masa sekolah, dalam keadaan suka kita selalu bersama-sama dan dalam keadaan dukapun kita tetap bersama, kerja bakti membersihkan lingkungan sekolah bersama-sama, memperbaiki fasilitas yang rusak bersama-sama dan apapun yang kita lakukan bersama-sama disekolah adalah demi kebaikan sekolah dan dirikita sendiri.

Mungkin ini hanya sedikit pengalaman atau cerita hidup saya dimasa saya masih menjadi pelajar SMP. Dan sepertinya masih ada banyak lagi cerita-cerita yang lebih menarik dari yang pernah saya alami, tapi saya tidak bisa mengingat-ingat persis dengan bagaimana kejadian tersebut terjadi. Cukup sampai disini saya menceritakan pengalaman saya kali ini, semoga saya bisa kembali bercerita kembali dengan cerita yang lebih menarik dan tidak membosankan. Terima Kasih.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *